Peradaban Bangsa Yunani

Senin, 04 Juni 2012


Peradaban Bangsa Yunani
.
·         Keadaan Geografi
Letak geografis Yunani terletak di Ujung Selatan Semenanjung Balkan. Selain di daratan tersebut wilayahnya juga meliputi pulau di Laut Aegeia. Batas-batas Yunani sekarang ini di utara berbatasan dengan Albania, Macedonia, Bulgaria dan Turki, di timur adalah Laut Aegeia, di selatan adalah Laut Tengah dan di barat adalah Laut Ionia
Sebagian besar wilayah Yunani pegunungan sehingga antar wilayah terpisah antara satu dengan yang lain. Pegunungan dan teluk-teluk di Yunani yang tak terhitung banyaknya pada waktu itu menghalangi komunikasi melalui darat. Lembah-lembah dan daratan rendah yang terpisah-pisah merupakan unit geografis dan ekonomi yang bersifat alami, dan menjadi pemisah kesatuan unit politik. Kesatuan politik itu disebut Polis dan Negara Kota (City State) yang wilayahnya meliputi kota itu sendiri dan daerah sekitarnya. Tanah Yunani yang bergunung-gunung pada umumnya kurang subur. Di lereng pegunungan masyarakat dapat menanam gandum serta anggur. Untuk mencari daerah yang subur maka para petani (disebut Colonus) meninggalkan negerinya dan mendirikan daerah koloni di sekitar Yunani.
Selain kegiatan pertanian, masyarakat Yunani juga mengembangkan perekonomian melalui kegiatan pelayaran dan perdagangan. karena letaknya yang strategis di perairan Laut Tengah. Bangsa Yunani merupakan campuran antara penduduk asli dan pendatang yang berasal dari padang rumput sekitar Laut Kaspia. Mereka termasuk Ras Indo Jerman yang disebut bangsa Hellas yang gagah berani. Mereka berimigrasi sejak tahun 1400 Sebelum Masehi, kemudian menetap di berbagai daerah. Suku bangsa Doria menetap di jazirah Peloponesos dengan polis utamanya Sparta. Suku bangsa Ionia menetap di jazirah Attica dengan polis utamanya Athena. Suku bangsa Aeolia menetap di Yunani Utara dengan polis utamanya Delphi. Kehidupan masyarakat Yunani yang mendiami wilayah beriklim mediteran yang selalu hangat dan segar memungkinkan bersikap optimis dan berwatak riang. Suasana langit yang terang tanpa banyak awan di daerah Attica (Athena) juga menyebabkan semangat penduduknya tinggi dan kreasinya menonjol.

·        Sistem Pemerintahan Yunani

Yunani tidak pernah memiliki sistem pemerintahan sentralisasi karena tiap-tiap polis mengembangkan sistem pemerintahan masing-masing. Pada uraian berikut ini Anda dapat mempelajari sistem pemerintahan dari dua polis yang terkemuka di Yunani yaitu Sparta dan Athena dengan konstitusi yang berbeda.
Pemerintahan Sparta dijalankan oleh 2 orang raja yang absolut dan turun temurun. Selain Raja, ada jabatan ephor selaku penasehat yang berjumlah 5 orang. Lembaga yang lain beranggotakan hanya 28 orang yang berusia 60 tahun atau lebih, disebut Gereousia.
Kehidupan di Athena berbeda dengan di Sparta. Jika warga Sparta mempunyai kewajiban untuk tugas-tugas pemerintahan dan pertahanan negara maka warga Athena dalam suasana demokrasi memiliki kemerdekaan berpikir, berpendapat serta maju dalam bidang politik, ekonomi, seni batik, seni pahat, seni bangunan maupun seni sastra. Athena mengalami evolusi pemerintahan yang sempurna semula golongan aristokrat(bangsawan) mengesyahkan kekuasaan oligarkhi (pemerintahan di tangan sekelompok orang). Kemudian beralih ke sistem pemerintahan tirany (pemegang kekuasaan di tangan satu orang yang berkuasa penuh) kemudian berubah lagi menjadi sistem demokrasi Pemerintahan demokrasi di Athena mencapai puncak kejayaan pada masa Perikles (462 - 429 Sebelum Masehi). Beberapa negarawan dan pendekar hukum sebelum Perikles antara lain Drako (621 Sebelum Masehi), Solon (594 Sebelum Masehi), Kleistenes (508 Sebelum Masehi).
 Untuk menjaga kehidupan yang demokratis maka ada kebiasaan untuk mengasingkan atau mengucilkan seorang penguasa yang pada suatu tahap dalam pemerintahannya telah dicurigai berusaha menjadi penguasa mutlak yang dapat membahayakan negara. Tindakan pengucilan itu disebut ostrakisme. Istilah ostrakisme berasal dari kata ostrakon yaitu pecahan pot dari tanah liat.
Setiap penduduk dapat menuliskan nama tokoh yang dianggap berbahaya pada Ostrakon. Jika terdapat nama seseorang dalam jumlah tertentu tertulis dalam Ostrakon maka ia akan diasingkan. Hasil penggalian di Athena pernah ditemukan tidak kurang dari 1000 Ostrakon yang tertulis antara lain nama Perikles. Ostrakon bermanfaat mengingatkan kita untuk selalu menjaga keseimbangan antara ambisi pribadi dengan kepentingan Negara.

·        Sistem Kepercayaan Bangsa  Yunani

Masyarakat Yunani memuja banyak dewa atau Polytheisme. Berbeda dengan sikap orang Timur terhadap Dewa yang dipandang sebagai pribadi yang disembah karena takut. Dewa-dewa bagi orang timur merupakan roh atau digambarkan sebagai penguasa alam dan ada yang berwujud binatang, sedangkan masyarakat Yunani menggambarkan dewa-dewa yang disembahnya bertubuh dan berperilaku seperti manusia bahkan orang Athena sendiri menyatakan keturunan ion yaitu anak dewa Apollo. Menurut pandangan orang Yunani, dewa-dewa itu memiliki tubuh seperti manusia tetapi lebih besar, lebih indah serta tidak dapat mati. Dewa-dewi memiliki sifat seperti manusia, ada yang baik dan buruk. Dewa-dewi berkeluarga, berperang dan bersaing untuk mempertahankan kekuasaan. Selain dewa-dewi mereka juga memuja hero (pahlawan) yaitu manusia setengah dewa yang sakti namun dapat mati. Salah seorang hero yang terkenal adalah Hercules. Dewa-dewi itu antara lain ada yang tinggal di bukit Olymphus dipimpin oleh dewa tertinggi yaitu dewa Zeus yang beristri Hera yaitu dewi asmara.

·        Peninggalan Budaya Yunani

1.      Seni
Sastrawan terkenal dari Yunani adalah Homerus yang menulis kitab Illiad dan Odysseia. Kedua kitab tersebut berkaitan erat dengan kejadian sejarah yang disebut perang Troya. Kota Troya terletak di Semenanjung Anatolia di Selatan Selat Dardanella. Seorang peneliti dari Jerman yang bernama Heinrich Schlieman telah menemukan beberapa bukti peninggalan peradaban kota Troya seperti yang dilukiskan dalam karya Komerus tersebut. Kitab Illiad menceritakan kejadian perang Troya yang disebabkan karena puteri Helena dari Sparta dilarikan oleh Pangeran Paris dari Troya. Terjadilah peperangan antara raja Agamemmon dari Yunani dengan raja Priamus dari Troya. Pahlawan Troya yang bernama Hector dapat dikalahkan oleh pahlawan Yunani yang bernama Achilles. Tentara Yunani dapat memenangkan perang melalui siasat “Kuda Troya” atas ide raja Odysseus.
Selain seni sastra karya Homerus yang bersifat Wira Carita (cerita kepahlawanan), masyarakat Yunani juga menyenangi Seni drama. Orang Yunani yang pertama menulis drama yang dapat merasakan tentang orang lain dari sisi kehidupan. Cinta, kebencian, pembunuhan, misteri dan lain-lain. Beberapa tokoh drama tragedi antara lain Aeschylus dengan karyanya yang berjudul Oresteia, Sopochles dengan karyanya berjudul Antigone. Sedangkan drama komedi tokohnya Aristophanes dengan karyanya berjudul Lysistrata.
Pada awalnya seni patung/pahat Yunani menghasilkan patung seperti patung bangsa Mesir, kemudian dikembangkan menjadi lebih hidup dengan gaya naturalis. Patung dibuat dari marmer dan perunggu. Pemahat yang terkenal di Yunani bernama Phidias, sedangkan arsitek bangunan yang terkenal antara lain bernama Ikhtinus. Seni pahat menghasilkan berbagai patung para dewa maupun tokoh yang terkenal misalnya Dewa Zeus, Perikles, Plato, Aristoteles dan lain-lain. Pada masa pemerintahan Perikles seni bangunan Yunani berkembang pesat. Peninggalan bangunan kuno Yunani antara lain kuil pemujaan. Di bukit Acropolis berdiri megah kuil Parthenon dan kuil Erechteum yang di dalamnya terdapat patung dewi Palas Athena.
Di bukit Olymphus dibangun kuil untuk dewa Zeus yang disebut kuil Altis. Di daerah koloni Yunani juga dibangun kuil misalnya kuil Zeus di Italia Selatan, kuil Apollo di Milate dan lain-lain. Selain kuil, peninggalan bangunan Yunani adalah gedung theater. Teater adalah panggung di lapangan terbuka untuk pementasan misalnya komedi. Penonton duduk di bangku-bangku yang terbuat dari batu. Bagi orang Yunani, teater merupakan bagian pendidikan dan setiap orang dianjurkan untuk menonton.
2.      Filsafat dan Ilmu Pengetahuan.
Ada 3 orang filsuf yang terkenal pada Masa kerajaan Yunani yaitu:
  1. Socrates (469-399 S.M.),
Ajarannya tentang filsafat etika atau kesusilaan dengan logika sebagai dasar untuk membahasnya. Socrates mengajarkan agar manusia dapat membedakan apa yang baik atau buruk, benar atau salah, adil atau tidak adil. Ajarannya ditujukan kepada anak muda yang diajaknya berdiskusi. Ia akhirnya di hukum mati dengan minum racun karena tuduhan telah merombak dasar-dasar etika masyarakat Yunani kuno serta tidak percaya kepada dewa-dewa yang disembah masyarakat.
  1. Plato (427-347 S.M.),
Ajaran filsafatnya disebut filsafat idea. Ia menulis banyak buku, salah satunya berjudul Republica. Dalam buku tersebut diuraikan tentang kebahagiaan hidup yang dapat dicapai bila manusia bekerja dengan wataknya dan wanita diangkat derajatnya. Plato juga mendirikan pusat pendidikan bernama Academus.
  1. Aristoteles (384-322 S.M.).
Ia adalah murid Plato, merupakan ahli di bidang biologi dan ketatanegaraan. Karyanya yang terkenal antara lain Klasifikasi Flora dan Fauna di Kepulauan Aegeia. Di bidang ketatanegaraan, ia berpendapat bahwa sistem pemerintahan yang baik adalah republik. Pemerintahan yang baik mengutamakan kebahagiaan sebesar-besarnya untuk seluruh rakyat. Aristoteles adalah pendiri pusat pendidikan bernama Peripatetis. Salah seorang muridnya ialah Alexandar Agung, raja Macedonia.
Kemajuan bangsa Yunani di bidang ilmu pengetahuan dapat dilihat dari deretan illuwan sebagai berikut:
  1. Pythagoras,
    ahli matematika yang melahirkan dalil untuk segitiga siku-siku.
  2. Hipokrates,
    bapak kedokteran. Ia dapat menyebutkan sebab timbulnya penyakit dan cara mengobatinya yang ditulis dalam buku berjudul Aphorismen dan Prognose. Sumbangannya yang terkenal adalah sumpah dokter yang berlaku sampai sekarang.
  3. Archimedes yang menciptakan teori gravitasi dan teori benda mengapung.
  4. Thales dengan pendapatnya: alam fisik terdiri dari satu bahan dasar yaitu air.
5.      Analisagoras dengan pendapatnya: materi terdiri dari beraneka ragam zat renik.
  1. Democritus: ahli atom.
  2. Euclid: ahli ilmu ukur.
  3. Herodotus: Bapak sejarah yang pertama kali mengembangkan sejarah tertulis.
  4. Thucydides: Ahli sejarah yang menulis tentang perang Peloponesos.
2.2   Perkembangan Kebudayaan Yunani

Ø  Dalam Bidang Arsitektur Dan  Kebudayaan.

Pertumbuhan kebudayaan Romawi mengambil serta menyerap banyak kebudayaan yang muncul terlebih dahulu, yakni kebudayaan Yunani dan Timur Klasik. Dalam bidang Arsitektur misalnya, Rumah-rumah dewa atau kuil yang dibangun memiliki ukuran besar. Kuil-kuil yang dekat Tiber dan Kubah Pantheon misalnya, berukuran besar tersebut antara lain Tempel Jupiter (abad ke-6 SM), Appolo dan Venus di Roma. Untuk setiap bangunan kuil tersebut di gunakan tiang-tiang penyangga. Batang tiang penyanggga atap menggunakan menggunakan kepala tiang dengan ciri-ciri Yunani seperti Doria, Ionia, dan Korinthus
Diberbagai pesta, para istri selalu ikut duduk mendampingi suami. Ia merupakan ibu rumah tangga berkewajiban mendidik dan mengajar anak-anaknya, jika suaminya seorang pedagang, ia juga bisa membantu pekerjaan suaminya. Posisi wanita Romawi yang dipuji dalam keluarga, menjadikan mereka percaya diri membantu untuk menciptakan kestabilan dan membentuk karakter khas dalam keluarga orang-orang Romawi. Mereka banyak diwarisi dari kultur (kebudayaan) keluarga Etruska dan sedikit dari orang-orang Yunani. 

Ø  Dalam Bidang Keseniaan.

Gaya orang-orang Yunani dalam seni potret untuk melukis seorang tokoh dalam pemerintah mengilhami pula pada diri para seniman Romawi. Selama periode Republik, para seniman Romawi banyak melukis orang-orang yang duduk dalam pemerintahan yang sebagai konsul, censor, atau pada lembaga tribune
Bangsa Romawi juga senang pada keindahan rumahnya. Dinding bagian dalam rumah dihias dengan lukisan untuk memberikan kesan luas. Kegiatan memperindah dinding ini biasa pada dinding rumah dengan cara melukis pemandangan alam dan bangunan-bangunan rumah yang seolah-olah terlihat dari jendela. Dengan demikian Cara melukis yang dilakukan oleh orang Romawi memdapat pengaruh besar dari Yunani. Dari seni melukis pada dinding ini banyak ditemukan peninggalan-peninggalan yang merupakan hasil kebudayaan masyarakat Romawi. Salah satu dari sekian banyak peninggalan kebudayaan ini adalah peninggalan lukisan didinding rumah yang terdapat di Pompeii. Peninggalan lainnya terdapat di Roma yang menggambarkan pengantin perempuan dan teman-temannya sedang mempersiapkan upacara perkawinan. Selain pada dinding rumah, seni lukis juga ditemukan pada mangkuk, jambangan, piring dan tempat bunga.
Ø  Dalam Bidang Kesusasteraan.
Seorang bangsawan Romawi dalam mengungkapkan hasil dari pemikirannya dalam bentuk sebuah karya Sastra, Mereka mempelajari tentang orang Yunani sebagai contohnya. Kaum terpelajar Romawi tidak henti-hentinya dipengaruhi oleh Kesusasteraan Yunani. Seorang sastrawan pertama yang mempergunakan bahasa latin dalam seni sastra adalah seorang yang berasal dari Yunani, yang bernama Lucius Livius Andronicus,  yang menjadi seorang guru di romawi dan menerjemahkan karya sastra yg berjudul Oddyssey. Dia mementaskan drama terjemahnnya dan bahkan memegang salah satu peran didalamnya. Tidak dapat dipungkiri bahwa bahwa bahasa latin dari dialeknya menjadi bahasa dunia dan setelah mendapat pengaruh Yunani menjadi Luwes untuk menciptakan hasil sastra yang indah, seperti karya Lucius Livius Andronicus pada masa Abad tengah,maupun kelak pada Zaman Renaissance dan Zaman Mondern. Sebelum Abad Masehi, bahasa latin telah disesuaikan dengan penuh ekspresi pada kesusastraan Yunani yang telah mengilhaminya tidak dapatkan bentuk-bentuk kesusasteraan baru yang dikembangkan oleh orang-orang Romawi, walaupun bahasa latin sudah dianggap sebagai bangsa Romawi.

Ø  Dalam Kehidupan Agama diRoma Masa Republik.

Agama primitif pada masa sebelum berdirinya Republik Romawi itu, setiap rokh atau disebut dengan nama numina, masing-masing mempunyai nama, seperti Vesta, pengurus api tungku, Lares, sebagai penjaga rumah dan batas-batas bidang masing-masing keluarga: Pinates penunggu lumbung. Rokh-rokhyang berurusan dengan pertanian setempat itu lama kelamaan berkembang menjadi dewa-dewa tetap, seperti apa yang terjadi di Yunani. Kepercayaan terhadap para rokh yang kemudian dijadikan sebuah sistem gagasan agama, pada hakekatnya agama orang romawi segala sesuatunya dipinjam dan mendapat pengaruh dari luar, pengaruh besar pertama dari luar beraal dari agama tetangganya, yaitu orang Etruska. Mereka menambahkan peraturan-peraturan agama lebih halus pada upacara agama Romawi Klasik yang sederhana. Mereka memperkenalkan kuil dan pawai agama, ide dewa dengan wajah manusia, penggunaan patung dan arca.
Ketika orang-orang Romawi berhasil mengusai pemerintahan Republik, kemudian mulai menebarkan kekuasaannya di berbagai wilayah penjuru dunia, termasuk diberbagai di wilayah Yunani, mereka banyakl mendapat pengaruh konsep-konsep agama Yunani. Dalam beberapa pandangan agama ternyata agama orang-orang Romawi mirip dengan agama orang Yunani. Terjadi hubungan yang erat antara manusia dan dewa. Keduanya merupakan bagian dari alam semesta. Perlu diketahui, bahwa melalui orang-orang Etruskha yang membuka jalan bagi orang Romawi untuk menjalin hubungan penting pertama dengan dewa-dewa Yunani, banyak diantara dewa-dewi Yunani yang akhirnya benar-benar diserap hampir tanpa perubahan.
                                                             
Ø  Dalam Bidang Pendidikan.
            Kaum bangsawan dan kasatria sebagai the rulling class hanya mencakup sebagian kecil masyarakat Romawi. Peluang dan kesempatan keluarga mereka untuk memperoleh dan menikmati pendidikan jauh lebih besar dibanding dengan keluarga rakyat jelata yang tidak memiliki hak penuh sebagai warga Negara. Anak lelaki dan perempuan keluarga kaya mempunyai guru pribadi dirumah yang biasanya guru-guru mereka banyak berasal dari orang-orang Yunani yang sejak runtuhnya peradaban Yunani banyak diantara mereka yang berpindah ke Romawi, orang- orang Yunani mengajarkan cara-cara berhitung, menulis, dan membaca huruf Latin.
           
Ø  Dalam Bidang Status Sosial (Pola berpakaian)
            Pakaian para wanita kaya Roma menunjukkan status sosial tinggi. Baju-baju wanita Romawi mendapat pengaruh dari Model baju wanita Yunani, seperti pemakaian jubah yang panjangnya sampai kelutut. Jenis-jenis kain untuk membuat baju-baju mereka terdiri dari kain untuk membuat baju-baju mereka terdiri dari kain untuk membuat baju-baju mereka terdiri dari kain-kain terpilih, halus, dan termasuk jenis kain linen. Mereka sangat menyenangi berbagai perhiasan yang melingkari lehernya, peniti, subang, gelang dan cincin.

Ø  Dalam Bidang Ilmu Pengetahuan
Dalam lapangan ilmu pengetahuan, bangsa Romawi bukanlah pencipta teori-teori, tetapi pelaksana teori yang telah ada sejak zaman Yunani. Dengan ini mata rantai yang seakan-akan putus dalam perkembangan ilmu pengetahuan menjadi tumbuh kembali. Bila sarjana Yunani adalah ahli teori, maka sarjana Romawi adalah ahli praktek. muncul berbagai displin ilmu seperti Matematika (Euklides), Fisika (Archimedes), Astronomi (Aristrakus), Geografi (Erastisfene).







III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Letak geografis Yunani terletak di Ujung Selatan Semenanjung Balkan. Selain di daratan tersebut wilayahnya juga meliputi pulau di Laut Aegeia. Batas-batas Yunani sekarang ini di utara berbatasan dengan Albania, Macedonia, Bulgaria dan Turki, di timur adalah Laut Aegeia, di selatan adalah Laut Tengah dan di barat adalah Laut Ionia. Kerajaan Yunani merupakan sebuah Kerajaan yang banyak memberikan sumbangan besar bagi kemajuan Kerajaan Romawi. Sumbangan Kerajaan Yunani yang besar itu terwujud dalam berbagai Bidang, baik dalam Bidang Arsitektur dan Kebudayaan, Bidang Keseniaan, Bidang Kesusastraan,  Bidang Agama, Bidang Pendidikan, Bidang Struktur Sosial (Pola berpakaian), Bidang Ilmu Pengetahuan.
Peradaban bangsa Yunani memang sudah tinggi karena keadaan Geografisnya yang tidak mendukung untuk mencukupi kebutuhan hidupnya sehingga orang-orang Yunani bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Mereka mewariskan kebudayaannya tersebut kepada kerajaan Romawi. Selain itu mereka juga menjadi guru bagi anak-anak orang kaya Romawi, mebaca,manullis dan menghitung. Sehingga pendidikan ilmu pengetahuan dan teknologinya tinggi.
3.2 Saran
Kita dapat mempelajari masyarakat, sistem pemerintahan, sistem kepercayaan maupun peninggalan budayanya. Peninggalan budaya yang menonjol adalah seni sastra, seni bangunan, serta di Yunani berkembang filsafat dan ilmu pengetahuan. Dengan mempelajari peradaban umat manusia pada masa lampau akan menjadikan Anda melihat masa kini maupun masa depan dengan lebih mantap. Anda akan digembleng menjadi kuat dan tahan dalam menghadapi kehidupan. Anda dapat mempelajari kelebihan, kekurangan dan kesalahan masa lalu agar tidak terulangi pada masa kini dan masa yang akan datang.

DAFTAR PUSTAKA

Sundoro, Muhamad Hadi.2006.Sejarah Peradaban Barat Klasik.Jember.UPT Penerbitan Universitas Jember.

3 komentar:

dena susmaya mengatakan...

trims tas infonya ,, sangat berguna

jie wahyu mengatakan...

Nice Information....

Bismar Indra mengatakan...

yes i need this, thanks

Poskan Komentar